Bahas Prokrastinasi Akademik, UPT Perpustakaan UIN Syahada Gelar Bedah Buku “Menunda untuk Sukses?”

Gambar Utama Berita Peresmian

Padangsidimpuan – UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menggelar kegiatan Bedah Buku “Menunda untuk Sukses? Mengurai Faktor-Faktor Psikologis & Dinamika Sosial di Balik Prokrastinasi Akademik Mahasiswa”, Rabu (30/9/2026), di Aula UPT Perpustakaan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Dari kuota awal yang disediakan sebanyak 100 peserta, tercatat 190 mahasiswa hadir mengikuti kegiatan. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap tema yang dekat dengan kehidupan akademik mereka.

Buku yang dibedah dalam kegiatan tersebut ditulis oleh Efrida Mandasari Dalimunthe, M.Psi., dengan editor Dwi Maulida Sari, M.Pd., dan diterbitkan oleh Bening Media Publishing pada 2026. Buku ini mengulas prokrastinasi akademik dari perspektif psikologis dan dinamika sosial yang melatarbelakangi kebiasaan mahasiswa dalam menunda pekerjaan akademik.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPT Perpustakaan UIN Syahada, Yusri Fahmi, S.Ag., S.S., M.Hum. Selanjutnya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Hamka, M.Hum., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bedah Buku.

Adapun kegiatan dipandu oleh Diva Rahmadani Damanik, S.Sos. selaku MC, dengan Nadiya Oxtarina sebagai moderator. Sementara itu, penulis buku, Efrida Mandasari Dalimunthe, M.Psi., hadir sebagai narasumber dan Rahmadani Tanjung, M.Pd., sebagai pembahas.

×

Prokrastinasi Bukan Sekadar Malas

Dalam pemaparan materi, prokrastinasi akademik dibahas bukan sekadar sebagai kebiasaan menunda pekerjaan atau persoalan kemalasan individu. Materi bedah buku menempatkan prokrastinasi sebagai fenomena psikologis yang kompleks dalam kehidupan mahasiswa.

Salah satu bagian yang dibahas adalah siklus prokrastinasi akademik, yang dimulai dari niat baik untuk mengerjakan tugas, kemudian muncul kecemasan ketika menghadapi tugas yang dianggap sulit. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang mencari pelarian melalui hiburan atau aktivitas lain. Ketika tenggat semakin dekat, muncul rasa bersalah dan tekanan, hingga akhirnya tugas dikerjakan secara terburu-buru atau panic working.

Materi juga menyoroti sejumlah faktor yang berkaitan dengan prokrastinasi akademik. Dalam data riset yang ditampilkan pada bahan presentasi, kelelahan atau burnout mental tercatat sebesar 83 persen, disusul kecemasan dan takut gagal sebesar 76,7 persen, persepsi negatif terhadap tugas sebesar 75,8 persen, serta kurangnya kepercayaan diri sebesar 70 persen. Temuan tersebut digunakan untuk menekankan bahwa kebiasaan menunda dapat berkaitan dengan kondisi psikologis dan emosional mahasiswa.

Selain faktor internal seperti perfeksionisme, regulasi diri yang lemah, dan self-handicapping, pembahasan juga mencakup faktor eksternal. Distraksi digital, budaya “nanti dulu” di lingkungan teman sebaya, serta beban akademik menjadi beberapa aspek yang dapat memengaruhi kecenderungan mahasiswa melakukan penundaan.

Tantangan Era Digital

Perkembangan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Mahasiswa saat ini hidup dalam lingkungan yang dipenuhi notifikasi, media sosial, dan berbagai bentuk distraksi digital.

Ketika menghadapi tekanan dari tugas akademik, media sosial dapat menjadi bentuk pelarian emosional yang memberikan kenyamanan secara instan. Di sisi lain, perpindahan fokus secara terus-menerus antara tugas akademik dan gawai dapat meningkatkan switching cost dan berdampak pada produktivitas serta kelelahan kognitif.

Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak melihat bahwa persoalan prokrastinasi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mengatur waktu, tetapi juga bagaimana seseorang mengelola emosi dan mengembangkan regulasi diri.

Dibekali Strategi Mengatasi Kebiasaan Menunda

Tidak hanya membahas faktor penyebab, kegiatan Bedah Buku juga memberikan sejumlah strategi praktis untuk menghadapi kebiasaan menunda.

Beberapa strategi yang dibahas meliputi kesadaran diri, penerapan teknik mikro-goals, restrukturisasi kognitif, dan penataan lingkungan. Mahasiswa didorong untuk mengenali rasa cemas atau lelah yang muncul, memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang realistis, mengubah pola pikir dari tuntutan kesempurnaan, serta mengurangi distraksi ketika belajar.

Materi kemudian diarahkan pada pengembangan kebiasaan belajar berkelanjutan melalui tiga langkah, yaitu refleksi diri, aksi konsisten, dan keseimbangan. Mahasiswa diharapkan mampu mengenali pemicu emosi dan kelelahan sebelum mengerjakan tugas, berfokus pada kemajuan secara bertahap, serta menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan kesehatan mental.

Setelah pemaparan narasumber dan pembahasan buku, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber dan pembahas mengenai persoalan prokrastinasi yang berkaitan dengan kehidupan akademik.

Tingginya jumlah peserta menjadi salah satu catatan menarik dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 190 mahasiswa hadir dari kuota 100 peserta yang disediakan, sehingga kegiatan mendapatkan jumlah peserta hampir dua kali lipat dari kapasitas awal.

Melalui kegiatan Bedah Buku ini, UPT Perpustakaan UIN Syahada Padangsidimpuan tidak hanya menghadirkan ruang membaca, tetapi juga membangun ruang dialog dan pertukaran gagasan bagi sivitas akademika. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih reflektif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik.

×

Scroll to Top