Padangsidimpuan, 7 Oktober 2026 – UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menyelenggarakan kegiatan bedah buku “Publik Relations di Era Digital (Tren dan Inovasi Terkini)” pada Rabu (07/10/2026) di Aula UPT Perpustakaan. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendalami perkembangan Public Relations (PR) sekaligus mendiskusikan tantangan budaya membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dari kuota awal sebanyak 100 orang, kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan, dosen, dan sivitas akademika Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK).
Buku “Publik Relations di Era Digital (Tren dan Inovasi Terkini)” yang menjadi objek pembahasan menghadirkan berbagai topik mengenai perkembangan Public Relations, mulai dari konsep dasar, sejarah perkembangan PR, hubungan dengan media, etika, komunikasi, opini publik, hingga penerapannya dalam lingkungan digital.
Kegiatan menghadirkan Nurfitriani M. Siregar, M.Kom.I. sebagai narasumber, Dr. Anas Habibi Ritonga, M.A. sebagai pembahas, serta Gina Sonya Pane, M.Sos. sebagai moderator.
Bedah Buku sebagai Ruang Pendalaman Gagasan
Dalam sambutannya, Kepala UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Yusri Fahmi, S.Ag., S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman terhadap sebuah karya.
Menurutnya, membaca buku tidak hanya berkaitan dengan memperoleh informasi, tetapi juga perlu diikuti dengan proses memahami dan mendiskusikan gagasan yang terkandung di dalamnya. Melalui forum bedah buku, peserta dapat melihat sebuah karya dari berbagai sudut pandang serta menghubungkannya dengan persoalan yang berkembang di lingkungan akademik maupun masyarakat. “Kegiatan bedah buku menjadi ruang penting untuk memahami isi dan gagasan yang terdapat dalam sebuah karya secara lebih mendalam,” ujar Yusri Fahmi.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FDIK, Dr. Fauzi Rizal, M.A., dalam sambutan sekaligus arahannya sebelum membuka kegiatan, menyoroti tantangan budaya membaca di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh berbagai informasi. Terlebih dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), informasi dan berbagai bentuk pengetahuan dapat diperoleh dengan semakin mudah dan cepat.
Namun, kemudahan tersebut tidak semestinya membuat budaya membaca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa semakin berkurang. Mahasiswa tetap perlu membangun kebiasaan membaca, memahami informasi secara mendalam, serta mampu melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh.
Pemanfaatan AI, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir dan membaca yang menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi.
Membahas Perkembangan Public Relations di Era Digital
Dalam sesi bedah buku, narasumber Nurfitriani M. Siregar, M.Kom.I. bersama pembahas Dr. Anas Habibi Ritonga, M.A. mengajak peserta memahami perkembangan Public Relations serta relevansinya dengan perubahan pola komunikasi di era digital.
Berdasarkan struktur pembahasan buku, materi diawali dengan pengenalan Public Relations, termasuk perkembangan PR pada masa Nabi Muhammad, perkembangan PR di Indonesia, media tradisional dan konvergensi media, membangun hubungan melalui media, pedoman menghadapi media, serta definisi dan konsep dasar PR.
Pembahasan kemudian mencakup sejarah perkembangan PR, tantangan yang dihadapi praktisi PR, keahlian yang diperlukan, tujuan dan tugas seorang Public Relations, teknik-teknik PR, hingga fungsi PR. Buku tersebut juga mengaitkan PR dengan pemasaran, periklanan, komunikasi korporat, budaya organisasi, komunikasi nilai-nilai perusahaan, hubungan dengan stakeholders, dan media internal.
Aspek etika dan komunikasi turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Buku ini mengulas etiket dan protokol dalam PR serta teori-teori komunikasi, model komunikasi dan penerapannya dalam PR, komunikasi dua arah, hingga proses penyampaian pesan yang efektif.
Pembahasan juga diarahkan pada komunikasi dan opini publik, yang mencakup definisi komunikasi, opini dan publik, unsur-unsur komunikasi, efek komunikasi, serta hubungan antara publik dan opini.
Pada bagian selanjutnya, buku membahas aspek strategis dalam praktik PR, antara lain perencanaan strategis PR, penelitian dan evaluasi PR, media relations, publisitas dan event management, media sosial dan PR, krisis PR, hubungan masyarakat global, serta karier dalam Public Relations.
Kehadiran media sosial menjadi salah satu bagian yang relevan dengan perkembangan komunikasi saat ini. Perubahan pola interaksi antara organisasi dan publik menuntut kemampuan untuk memahami karakteristik media digital, mengelola komunikasi secara efektif, serta membangun hubungan yang baik dengan berbagai kelompok pemangku kepentingan.
Buku tersebut juga memuat pembahasan mengenai riset Public Relations, termasuk teori komunikasi, excellence theory, media relations, model hubungan dengan media, kegiatan media relations, citra, proses pembentukan citra, hingga manajemen krisis.
Perpustakaan sebagai Ruang Literasi dan Diskusi
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan berbasis literasi masih memiliki ruang yang kuat di lingkungan perguruan tinggi. Jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang, sementara kuota awal hanya 100 orang, memperlihatkan tingginya minat sivitas akademika untuk mengikuti forum diskusi dan pengembangan wawasan.
Bagi UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya untuk memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk menemukan dan memanfaatkan koleksi, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya berbagai pemikiran melalui kegiatan literasi dan diskusi akademik.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan kemunculan berbagai teknologi berbasis AI, kemampuan membaca secara kritis menjadi semakin penting. Kemudahan memperoleh informasi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami, menilai, mengolah, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan bedah buku “Publik Relations di Era Digital (Tren dan Inovasi Terkini)”, UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan diskusi di kalangan sivitas akademika, sekaligus membuka ruang untuk memahami perkembangan ilmu komunikasi dan Public Relations sesuai dengan tuntutan era digital.

