Pendidikan Islam Multikultural dan Falsafah Dalihan Na Tolu Dikaji dalam Bedah Buku UPT Perpustakaan UIN Syahada

Gambar Utama Berita Peresmian

Padangsidimpuan – UPT Perpustakaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menyelenggarakan kegiatan bedah buku Pendidikan Islam Multikultural: Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak Angkola-Mandailing, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT Perpustakaan tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dengan kuota sebanyak 100 peserta.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan Muhammad Nuddin, M.Pd. selaku narasumber sekaligus penulis buku, serta Dr. Muhammad Roihan Daulay, M.A. sebagai pembahas. Jalannya diskusi dipandu oleh Fahmi Izhari, S.Pd., M.Kom., sementara Rina Edipa, S.E. bertugas sebagai pembawa acara.

Acara diawali dengan kata sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala UPT Perpustakaan UIN Syahada Padangsidimpuan, Yusri Fahmi, S.Ag., S.S., M.Hum. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan pembahasan buku yang mengangkat keterkaitan antara pendidikan Islam multikultural dengan falsafah hidup masyarakat Batak Angkola-Mandailing.

Buku Pendidikan Islam Multikultural: Falsafah Dalihan Na Tolu Suku Batak Angkola-Mandailing merupakan karya Muhammad Nuddin, M.Pd. yang diterbitkan oleh Adab Indonesia dengan ISBN 9786347084330. Buku tersebut membahas pendidikan Islam multikultural serta nilai-nilai budaya masyarakat Batak Angkola-Mandailing, khususnya falsafah Dalihan Na Tolu.


Berdasarkan isi buku, pembahasan diawali dengan konsep pendidikan Islam multikultural, meliputi pengertian, tujuan, konsep dasar dan sejarah kemunculannya, jenis nilai, urgensi, serta harapan dan tantangan pendidikan Islam multikultural di tengah masyarakat.

Pembahasan kemudian diarahkan pada masyarakat Batak Angkola-Mandailing, termasuk istilah Batak, halak Batak, dan bangsa Batak serta kondisi geografis dan demografis Angkola-Mandailing. Buku ini juga menguraikan falsafah hidup masyarakat Batak Angkola-Mandailing melalui perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi Dalihan Na Tolu.

Salah satu bagian penting buku tersebut membahas Dalihan Na Tolu dalam mengantisipasi permasalahan multikultural. Di dalamnya dikaji kedudukan Dalihan Na Tolu dalam kehidupan masyarakat Batak Angkola-Mandailing, nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural dalam falsafah hidup Dalihan Na Tolu, serta kontribusi konsep Dalihan Na Tolu terhadap pengembangan pendidikan Islam multikultural.

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan narasumber dan pembahas, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Mahasiswa FTIK tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terkait tema pendidikan Islam multikultural serta relevansinya dengan nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan ini menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pendidikan Islam multikultural dapat dikaji tidak hanya melalui perspektif pendidikan, tetapi juga melalui kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Falsafah Dalihan Na Tolu menjadi salah satu konteks budaya yang dibahas dalam buku untuk melihat nilai-nilai kehidupan sosial dan pendidikan dalam masyarakat Angkola-Mandailing.

Melalui kegiatan bedah buku ini, UPT Perpustakaan UIN Syahada Padangsidimpuan turut menghadirkan perpustakaan sebagai ruang literasi, diskusi, dan pertukaran gagasan akademik bagi sivitas akademika. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membaca, mendiskusikan karya ilmiah, serta mengembangkan pemahaman terhadap hubungan antara pendidikan Islam, keberagaman, dan kearifan lokal.

×

Scroll to Top